DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMA KERJA SAMA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROV BANTEN DAN UPI

BJB Sayriah BWI – Kunjungi BPPU upi

 

1

 

Rapat Koordinasi Pordoska Tahun 2018

BPPU – Mandiri Inhealth

BPPU – BPSDM Aceh

UPI DAN JAPAN FOUNDATION JALIN KERJASAMA

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia bersama Japan Foundation sepakat untuk memperpajang kerjasama dalam bidang Pendidikan, Rabu, (25/9/2017) di Ruang Rapat Tengah Gd. Villa Isola Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. Kerjasama tersebut meliputi, bantuan tenaga ahli, pelatihan dosen, bantuan buku, pelatihan mahasiswa teladan.

Pembelajaran Bahasa Jepang di Indonesia sudah mulai masuk pada mata pelajaran di SMP, SMA dan SMK, dan jumlahnya pun banyak. Sehingga tidak menutup kemungkinan sebelum masuk kuliah dan meneruskan Pendidikan Bahasa jepang para siswa sekolah sudah mengetahui dasar dari Bahasa jepang tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dedi Sutedi, MA., M.Ed selaku Kepala Departemen Pendidikan Bahasa Jepang SPs mengatakan tujuan pembelajaran Bahasa Jepang di LPTK adalah agar bisa berkomunikasi dalam Bahasa Jepang dan menjadi guru Bahasa Jepang. Selain itu sasaran Bahasa Jepang di S1 adalah N3 (tes Kemampuan berbahasa Jepang TJF). Sementara itu, lulusan yang memiliki N2 atau N1 memilih bekerja di perusahaan Jepang atau studi lanjut di Jepang.

Ada beberapa isu dan permasalahan yang timbul diantaranya dengan diberlakukan kurikulum 2013 Jumlah Pembelajar Bahasa Jepang di sekolah cenderung menurun, lulusan yang memiliki N3 di seluruh LPTK rata-rata hanya 43.33%, terendah 20% dan tertinggi 60%, Hasil suatu riset diketahui bahwa perlu adanya penelitian untuk menemukan metode, strategi belajar huruf Kanji bagi orang Indonesia dan perlu pembuatan bahan ajar yang bisa digunakan oleh seluruh LPTK di Indonesia.

“Tidak hanya di sekolah, mereka juga belajar di tempat kursus. Tujuan umumnya adalah ingin bisa berkomunikasi Bahasa Jepang dan hasil riset TJF, karena Indonesia menduduki peringkat dua jumlah pembelajar terbanyak di dunia setelah Cina”, ujarnya.

Dr. Dedi Sutedi juga menyampaikan “Pendidikan Bahasa Jepang yang diselenggarakan di sebagian SMP, SMA dan sebagian SMK, secara kuantitas cukup banyak, tetapi untuk melanjutkan belajar Bahasa Jepang di PT sangat minim. Bahasa Jepang yang diajarkan levelnya tidak mencapai N5 dan dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 jumlah pembelajar Bahasa Jepang cenderung menurun.”

Selain UPI, Japan Foundation juga menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi diantaranya UNESA, UNIMA, UNJ, UNNES, UNP, UNRI dan Undiksa. (Ija)

UPI – BANK BJB TANDATANGANI NOTA KESEPAHAMAN

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (BJB) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam program pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan serta dukungan untuk pengembangan civitas akademika UPI, di Gedung Partere Kampus UPI, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Selasa, (5/9/17).

Nota kesepahaman ini ditandatangani langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si dan Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk, Dr. Ir. H. Ahmad Irfan,SH yang didampingi para wakil rektor UPI dan jajaran direksi Bank BJB.

Kerjasama yang tertuang dalam nota kesepahaman tersebut diantaranya Funding, Lending, Transaksi, yaitu Sarana layanan perbankan yang membantu dan memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan, meliputi : Pemasangan Automatic Teller Machine (ATM), Pemasangan Electronic Data Capture (EDC), Penggunaan Layanan Informasi Keuangan Perbankan, Payroll Service, Sistem Pembayaran dan penerimaan yang terintegrasi misalnya host to host (H2H) dan Jasa layanan Perbankan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPI mengatakan bahwa kerjasama yang dijalin merupakan salah satu langkah konkret dalam peningkatan mutu layanan di bidang keuangan, serta layanan jasa perbankan lainnya.

“Melalui MoU ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan bagi civitas akademika UPI dalam akses perbankan dan meningkatkan mutu layanan keuangan,” ujarnya.

Lebih jauh, Rektor UPI mengatakan, UPI memiliki Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, dimana proses dalam kerjasama ini tidak hanya dalam hal layanan keuangan saja melainkan ada proses transfer ilmu pengetahuan atau produk jasa, antara fakultas dengan pihak bank.

Sementara itu, Dirut BJB, Ahmad Irfan, menjelaskan bahwa dalam perannya, BJB memiliki program yang berhubungan dengan bidang pendidikan. Oleh karena itu, kerjasama ini tidak hanya berfokus pada layanan perbankan saja, tetapi bisa dikembangkan dengan program pendidikan yang dimiliki oleh BJB serta mengembangkan layanan yang dibutuhkan oleh civitas akademika UPI.

“Kerjasama ini diharapkan bisa saling melengkapi sesuai dengan apa yang diperlukan antara UPI dan BJB, serta melalui kerjasama ini bisa mengembangkan bidang lain dalam upaya meningkatkan mutu layanan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas pada umumnya,” tegas Ahman Irfan. (Deny)

KEPALA DIVISI KEMITRAAN DAN KERJASAMA PROF. DR. UYU WAHYUDIN, M.PD GURU BESAR ILMU PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si., didampingi para Wakil Rektor serta Pimpinan Universitas menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Akademik Profesor atau Guru Besar kepada Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd., dosen di Departemen Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (PLS FIP UPI).

“Universitas mengapresiasi atas pencapaian yang diraih Dr. Uyu. Universitas juga mengucapkan selamat atas diterimanya SK Guru Besarnya. Keluarnya SK Guru Besar ini merupakan sebuah upaya universitas untuk mewujudkan visi misi universitas. Diharapkan Prof. Uyu dapat memberikan motivasi bagi rekan sejawat calon guru besar lainnya,” ujar Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si., di Gedung Partere Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Senin (4/9/2017).

Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd., diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor atau Guru Besar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Ditetapkan melalui SK Nomor 83124/A2.3/KP/2017, sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Luar Sekolah.

Rektor mengatakan,“Diperolehnya Jabatan Akademik Profesor bukan hanya karena sistem tetapi didukung dengan ketahanan mental dari yang bersangkutan, dan dengan ketekunan serta kesabarannya akhirnya bisa tercapai. Ini merupakan suatu jabatan yang posisinya sangat tinggi di perguruan tinggi dan kuantitasnya masih sedikit. Dari segi jumlah masih sangat sedikit, artinya untuk memperolehnya sangat selektif. Dengan bertambahnya guru besar di UPI, diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Guru Besar (DGB) UPI Prof. H. Fuad Abdul Hamied, M. A., Ph. D., menegaskan bahwa ini merupakan suatu momentum yang baik. Dikatakannya,”Dalam kesempatan ini, Prof. Uyu memiliki tugas baru yaitu meng-Guru Besar-kan rekan sejawat yang lain, di samping tugas utamanya mengembangkan keilmuannya. Ini bukan perkejaan mudah, tapi saat ini pencapaian untuk meraihnya lebih jelas aturan untuk menjadi Guru Besar, jadi para kandidat bisa menghitung kemampuannya.”

Lebih lanjut dikatakan bahwa ini merupakan proses pembelajaran dan pembimbingan bagi yang lain. Diharapkan, kepakaran yang dimiliki Prof. Uyu dapat lebih bermanfaat bagi departemen, fakultas serta UPI, karena ini menjadi salah satu kekuatan yang amat penting bagi perguruan tinggi, juga diharapkan dapat membantu dalam mengembangkan prodi-prodi lainnya, dan ini juga menjadi tugas kita bersama.

Sementara itu, Ketua Senat Akademik UPI yang diwakili oleh Sekretarisnya Dr. Nuryadi, M.Pd., mengungkapkan hal yang serupa, dikatakannya,”Sesuai dengan amanat dari Ketua Senat, bahwa apa yang telah dicapai oleh Prof. Uyu merupakan salah satu keberhasilan universitas dan akan menjadi kekayaan universitas. Senat Akademik akan selalu mendukung terkait ke-Guru Besar-an, dan diharapkan bisa membantu merealisasikan pencapaian target visi misi universitas. Kami haturkan selamat, dan atas nama Senat kami ikut bangga dan bahagia.”

Ditemui usai menerima SK Guru Besar, Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd., yang juga merupakan Kepala Divisi Kemitraan dan Pengembangan Usaha BPPU UPI mengungkapkan bahwa penerimaan SK ini merupakan hal yang sangat bermakna bagi diri pribadinya, keluarga, departemen, fakultas dan universitas, karena pencapaian ini merupakan sesuatu yang jauh dari pikirannya saat itu, dimana dirinya terlahir dari kedua orang tua yang buta huruf. Guru besar baginya bermakna sebagai sarana self evaluation atau introspeksi, lebih tabayyun, dan menelaah proses tercapainya.

Diungkapkannya,”Alhamdullilah saya ditakdirkan dapat meraih Jabatan Akademik Profesor atau Guru Besar. Pencapaian ini memang berproses, dan saya siap melewati semua proses tersebut. Tidak henti-hentinya saya bersyukur pada Allah swt atas kelancarannya dan atas kemampuan dalam mengumpulkan karya-karya yang dirasa tidak mudah. Saya ucapkan terima kasih kepada keluarga yang telah mendorong dan memotivasi dalam menjalankan tugas ini dengan baik. Ucapan terima kasih juga saya ucapkan kepada Departemen PLS FIP UPI khususnya kepada Ketua Departemen Dr. Jajat S. Ardiwinata, M.Pd., yang mengusulkan dan menunjuk peer group dari UPI yaitu Prof. Dr. H. Ishak Abdulhak, M.Pd., dan Prof. Dr. H. Mustofa Kamil, M.Pd., serta peer group dari luar UPI, yaitu Prof. Dr. Yusnadi, MS., dari Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan Prof. Dr. Supriyono, M. Pd., dari Universitas Negeri Malang (UM).”

Upaya dalam meraih jabatan akademik profesor ini dilaluinya dalam 3 periode Rektor. Dijelaskannya,”Pada saat pertama kali mengusulkan, dilakukan pada masa kepemimpinan Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., kedua, Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D., (almarhum), dan ketiga Prof. Dr. H. Rd. Asep Kadarohman, M.Si., ini sungguh luar biasa.”

Pada kesempatan ini, ujarnya lagi, tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., yang telah menunjuk peer group, Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D., (almarhum) yang telah mengusulkannya ke Jakarta, serta Rektor UPI Prof. Dr. H. Rd. Asep Kadarohman, M.Si., yang telah menyerahkan SK Guru Besar dan juga yang telah menunjuk tim validasi.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam mengawali proses ke guru besar, saya berupaya untuk menyiapkan karya dan fokus pada penulisan makalah yang erat kaitannya dengan disertasi yang berjudul “Pendidikan Luar Sekolah dalam Membangun Keberaksaraan Masyarakat Berorientasi Budaya Lokal” yang harus disajikan di fakultas.

Bagaimana caranya mengembangkan ilmu Pendidikan Luar Sekolah supaya tidak jalan di tempat, tanyanya. Kuncinya yaitu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diimbangi dengan melakukan riset sehingga ilmu dan teori bisa dikaji dan dikembangkan secara terus menerus untuk kemajuan ilmu Pendidikan Luar Sekolah.

Ditegaskannya,”Eksistensi Departemen Pendidikan Luar Sekolah didukung oleh ilmu-ilmu lain, seperti ilmu ekonomi, ilmu komunikasi, dan ilmu sosiologi, serta ilmu lainnya.” (dodiangga)